Gereja Gue
Gue sangat kecewa dengan orang
banyak yang menganggap gerakan Reformed Injili ini sesat. Coba deh loe pikir
rata-rata penghina Pdt.Dr Stephen Tong itu belum pernah datang ke acara-acara
pak Tong, gue bukan menyalahkan orang memiliki aliranya masing-masing tapi loe
jangan menghina aliran orang lain kalau loe belum mengenal dan memahami aliran
ini. Gue adalah penganut aliran Reformed Injili sejak gue kelas 4 SD sampi
sekarang, dulu gue gak di GRII dulunya gue gereja di GBKP (Gereja Batak Karo
Protestan) yang juga beraliran Calvinis namun berbahasa daerah (dalam hal ini
Karo) bahkan gue juga dibaptis di gereja ini, namun sejak terjadi konflik
pribadi di keluarga gue kami sekeluarga memutuskan untk mencari gereja yang
bisa membuat kami lebih bertumbuh, gue memang belum banyak mengunjungi
gereja-gereja lain, gue cuman pernah pergi ke gereja Methodist, GBKP yaitu
gereja asal gue dan sekarang ini di GRII namun gue punya banyak teman dari
gereja lain dan kami sering bertukar pendapat tentang doktrin di gereja yang
kami anut masing-masing jadi gue sedikit tau tentang gereja lain dan gue merasa
iman gue lebih bertumbuh di GRII. Gue bukan jemaat GRII pusat, gue jemaat di
GRII Medan, di GRII Medan gue juga sering mengalami pergumulan dan permasalahan
tapi gue berusaha untuk memperbaiki kesalahan gue dan bersandar kepada Tuhan.
Di GRII Medan kami belum mempunyai gedung untuk beribadah secara permanent jadi
kami masih menyewa gedung milik swasta dan di GRII Medan telah banyak berganti gembala
sidang dari Pdt. Aither yang mengembalakan GRII Medan sebelum gue pindah ke
GRII lalu Vic. Radjali M.Div yang meninggalkan gerakan kami walaupun dia
termasuk tokoh yang menjadi inspirasi gue namun sekarang dia gue anggap pengkhianat
selanjutnya Sdra. Ardian yang melaksanakan tugas lapangan di GRII Medan dan
terakhir Vic. Edward Oei M.Div namun karena pak ed (panggilan untuk Edward)
sering tidak di Medan jadi pusat menunjuk Vic. Junnedy Soekirya (maaf pak Jun
kalo salah nulis namanyaJ) jadi dibawah kepemimpinan pak ed dan
pak jun GRII Medan semakin maju sehingga GRII Medan memberanikan diri untuk
membeli sebuah gedung di dekat bandara Polonia yang totalnya (tanah, gedung dan
renovasi) sekitar 40 – 50 Milyar. kalo di Binjai dekat rumah gue bisa beli 50
ruko tingkat 3. Dan sebenarnya gue sangat ingin menjadi seorang Hamba Tuhan
karena itulah gue ingin bersekolah di SMAK Calvin yang di bawah naungan gereja
kami, namun apa daya gue terlalu sepele
jadinya gue gak lulus test dehL. Namun gue akan memperbaiki kesalahan
gue dan tetap akan berusaha menjadi seorang Hamba Tuhan seperti Pdt.Dr Stephen
Tong.
Oh
iyaa ini adalah tulisan pertamaku di Blog loh maaf ya jika ada kesalahan!!.. J